Komunikasi adalah salah
satu disiplin ilmu yang tidak bisa dipisahkan atau selalu terkait dengan
berbagai bidang kehidupan manusia. Sebuah survey yang diterbitkan oleh National Association of Colleges
and Employers, USA, 2002 menunjukkan
dari 20 kemampuan yang
dibutuhkan seseorang untuk sukses, kemampuan komunikasi menempati urutan
pertama. Ini membuktikan bahwa komunikasi adalah bagian terpenting dalam
perubahan hidup manusia ke arah yang lebih baik.
Yang jadi masalah,
kebanyakan orang tidak mampu melakukan komunikasi secara efektif, sehingga apa
yang menjadi tujuan komunikasi tidak pernah tercapai. Pertanyaannya, kenapa hal
itu bisa terjadi? Ada beberapa penyebab yang harus kita pahami. Pertama,
kebanyakan orang tidak memahami makna dari komunikasi dan tujuan komunikasi.
Kedua, kebanyakan orang tidak memahami prinsip-prinsip komunikasi yang efektif.
Karena alasan itulah
dalam tulisan ini saya akan membahas tentang makna dan tujuan komunikasi serta
prinsip-prinsip komunikasi yang efektif.
Ø
Makna dan Tujuan
Komunikasi
Secara umum komunikasi
mengandung makna bersama-sama (common). Istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa latin, yaitu communication yang berarti pemberitahuan atau
pertukaran. Kata sifatnya communis,
yang bermakna umum atau bersama-sama.
Dalam perkembangannya
para ahli telah mendefinisikan komunikasi menurut sudut pandang masing-masing.
Dari berbagai sudut pandang tersebut pada dasarnya komunikasi terdiri dari lima
komponen utama yaitu pembawa pesan, pesan, media, penerima pesan, dan
pemahaman. Itu artinya sebuah komunikasi bisa berjalan apabila kelima komponen
tersebut ada. Sedangkan tujuan dari komunikasi terletak pada komponen yang
kelima yaitu pemahaman. Dengan kata lain komunikasi bisa berjalan dengan
efektif jika apa yang menjadi tujuan pembawa pesan tercapai, yaitu penerima
pesan memahami apa yang disampaikan oleh pembawa pesan.
Ø
Prinsip-Prinsip Komunikasi
Efektif
Untuk mencapai
komunikasi yang efektif tentu tidak mudah, karena sebelum Anda melakukan
komunikasi Anda harus memperhatikan diri Anda dan pesan yang Anda bawa. Ada
prinsip-prinsip komunikasi yang harus Anda pahami. Prinsip tersebut adalah respect, empathy, Audible, Clarity,
Humble (REACH). Masing-masing
dari prinsip-prinsip tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.
Ø
Respect
Respect adalah memberikan perasaan
positif atau penghormatan diri kepada lawan bicara. Pada dasarnya semua orang
ingin dihargai dan dihormati, ini salah salah satu bentuk kebutuhan kita semua.
Maslow dalam teorinya menjelaskan bahwa manusia itu butuh dihargai dan diakui
oleh orang lain. Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friends and Influence
People, juga menjelaskan bahwa rahasia terbesar yang merupakan salah satu
prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikan
penghargaan yang jujur dan tulus. Karena itulah prinsip menghormati ini harus
selalu kita pegang dalam berkomunikasi dengan orang lain.
There will be no
respect without trust and there is no trust without integrity (Tidak akan ada
rasa hormat tanpa kepercayaan dan tidak ada kepercayaan tanpa integritas) –
Samuel Johnson.
Ø
2. Empathy
Empathy adalah kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi
atau kondisi yang dihadapi orang lain. Atau dengan kata lain kita harus mampu
merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Dengan begitu kita akan lebih
mudah melakukan komunikasi dengan baik sesuai dengan kondisi psikologis
lawan bicara. Untuk memiliki empati yang tinggi Anda harus menempatkan
diri Anda sebagai pendengar yang baik, bahkan sebelum orang lain
mendengarkan kita.
Hal ini diperkuat
Steven Covey dalam bukunya The
Seven Habit Of Highly Effective People Menjelaskan
salah satu dari tujuh kebiasaan manusia efektif adalah mengerti terlebih
dahulu, baru dimengerti (Seek
First to Understand). Jadi kembangkan prinsip ini dengan baik
banyaklah mendengar dan memahami dengan begitu orang lain juga akan mudah
mendengar dan memahami kita.
Ø
3. Audible
Audible mengandung makna pesan harus dapat didengarkan dan dapat
dimengerti. Untuk bisa menjalankan prinsip ini ada beberapa hal yang harus kita
lakukan yaitu,
Pertama, pesan harus mudah dipahami, menggunakan bahasa yang baik dan
benar sesuai dengan pemahaman lawan bicara. Jangan sampai Anda berbicara dengan
bahasa yang tidak dipahami oleh lawan bicara. Misalnya dalam beberapa kata Anda
menyampaikan pesan dengan bahasa inggris, sedangkan lawan bicara tidak
menguasai bahasa inggris. Ini tidak perlu Anda lakukan, lebih baik gunakan
sehari-hari yang ringan dan mudah dicerna.
Kedua, sampaikan yang penting. Tidak usah bertele-tele dalam
menyampaikan pesan. Langsung saja pada inti persoalan yang akan Anda sampaikan.
Ingat sebagian besar orang tidak suka mendengar sesuatu yang bertele-tele.
Lawan bicara Anda akan menganggap mendengarkan Anda sama saja membuang waktu
dengan sia-sia. Jadi jangan sampai ini terjadi.
Ketiga, gunakan bahasa tubuh Anda. Mimik wajah, kontak mata,
gerakan tangan dan posisi badan bisa dengan mudah terbaca oleh lawan bicara
Anda. Jadi tunjukkan kesejatian Anda dengan mengoptimalkan bahasa tubuh saat
menyampaikan pesan. Ini akan baik, karena lawan bicara Anda akan melihat
ketulusan dan semangat kita dalam menyampaikan pesan.
Keempat, gunakan ilustrasi atau contoh. Dalam kondisi
tertentu sering kali lawan bicara sulit memahami apa yang kita sampaikan. Untuk
itu kita bisa mempermudah dengan memberikan ilustrasi atau contoh nyata yang
bisa langsung mereka rasakan atau mereka perhatikan. Biasanya hal ini efektif
untuk mempermudah lawan bicara memahami apa yang kita sampaikan.
Itulah empat hal yang
bisa kita lakukan untuk melaksanakan prinsip audible dalam komunikasi yang
efektif.
Ø
4. Clarity
Clarity adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan. Salah
satu penyebab munculnya salah paham antara satu orang dengan yang lain adalah
informasi yang tidak jelas yang mereka terima. Informasi seperti ini
mengaburkan banyak orang. Sehingga orang pun berspekulasi atau menafsirkan
sendiri atas apa yang mereka dengar. Dan akibatnya jika penafsirannya salah,
bisa menimbulkan masalah. Dalam komunikasi efektif ini harus kita hindari.
Usahakan betul bahwa pesan yang Anda sampaikan jelas dan tidak menimbulkan bias
atau spekulasi dari lawan bicara.
Langkah terbaik
sebelum melakukan komunikasi adalah dengan menetapkan tujuan secara jelas dan
perjelas intonasi suara Anda. Sadari bahwa Anda punya tujuan dalam
berkomunikasi dan sampaikan pesan Anda dengan suara intonasi suara yang baik,
tidak harus keras yang penting bisa didengar oleh lawan bicara.
Jadi sampaikan apa
yang harus Anda sampaikan. Tapi diamlah kalau Anda masih ragu atau belum tahu
betul dengan apa yang akan Anda sampaikan.
Ø
5. Humble
Sikap ini merupakan unsur
yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghormati orang lain,
biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Rendah hati dalam
komunikasi akan menumbuhkan respect.
Artinya, rasa hormat yang Anda tunjukkan dengan kerendahan hati akan
mengakibatkan lawan bicara kita hormat dan menghargai diri kita. Jika sudah
seperti ini maka yang namanya komunikasi efektif akan tercapai dengan baik.
Demikianlah lima prinsip komunikasi
efektif yang bisa
kita terapkan. Raih kesuksesan Anda dengan komunikasi yang lebih baik lebih
efektif dalam berbagai kesempatan.
0 comments:
Post a Comment